Kamera adalah alat paling populer dalam aktivitas fotografi. Nama ini didapat dari camera obscura, bahasa latin untuk "ruang gelap", mekanisme awal untuk memproyeksikan tampilan di mana suatu
ruangan berfungsi seperti cara kerja kamera fotografis yang modern, kecuali tidak ada cara pada waktu itu untuk mencatat tampilan gambarnya selain secara manual mengikuti jejaknya. Dalam dunia fotografi, kamera merupakan suatu peranti untuk membentuk dan merekam suatu bayangan potret pada lembaran film. Pada kamera televisi, sistem lensa membentuk gambar pada sebuah lempeng yang peka cahaya. Lempeng ini akan memancarkan elektron ke lempeng sasaran bila terkena cahaya. Selanjutnya, pancaran elektron itu diperlakukan secara elektronik. Dikenal banyak jenis kamera potret.
Kamera yang dimiliki oleh jutaan orang di dunia bahkan setiap orang
pasti memiliki apa itu kamera, entah kamera ponsel, kamera poket, maupun
DSLR. Perkembangan kamera semakin cepat dan canggih. Kamera memiliki
sejarah tersendiri. Sejarah Perkembangan kamera digital berawal dari
jaman dahulu.
. kamera obscura
Camera Obscura (selanjutnya ditulis kamera obscura), berasal dari kata
dalam bahasa latin yang artinya ‘kamar gelap’. Disebut demikian karena pada
awalnya kamera obscura memang sebuah ruangan gelap yang memiliki sebuah lensa
cembung/lubang kecil di salah satu bagian sisinya. Melalui lensa cembung/lubang
kecil inilah, cahaya dari luar akan masuk dan memproyeksikan citra dari
obyek/keadaan di luar, ke atas sebuah media.
Sejarah awal
dari konsep pemroyeksian/pemantulan cahaya bisa ditelusuri ke tahun 336 SM.
Saat ituAristoteles (384 – 322 SM) melihat bentuk sabit
yang tercipta akibat dari peristiwa gerhana matahari sebagian. Bentuk sabit itu
terproyeksikan ke atas permukaan tanah, melalui lubang-lubang kecil dari sebuah
ayakan. Aristoteles kemudian membuat lubang kecil pada sebuah lempengan logam.
Dan ternyata, lubang kecil pada lempengan logam tersebut memang bermanfaat
sebagai jalan masuknya cahaya yang memproyeksikan citra dari luar, ke atas
sebuah bidang. Peristiwa inilah yang melahirkan apa yang disebut dengan
‘prinsip optik’, suatu prinsip yang sangat bermanfaat dalam pengembangan
teknologi fotografi (kamera) hingga sekarang.
Perkembangan
selanjutnya dilakukan oleh seorang ilmuwan Mesir bernama Abu Ali Al-Hasan Ibn Al-Haitham (965 – 1039 M),
atau yang lebih dikenal dengan sebutan‘Al-Hazen’. Al-Hazen
adalah orang pertama yang menerapkan prinsip optik pada suatu ruangan gelap.
Ruangan gelap inilah yang kemudian disebut sebagai kamera obscura.
Pada abad
ke-15, seorang pelukis dan penemu terkenal, Leonardo Da Vinci (1452
– 1519 M), memanfaatkan kamera obscura untuk membantunya membuat lukisan. Ia
mengatur sedemikian rupa agar proyeksi cahaya dari luar ruangan bisa jatuh
tepat ke atas media lukisnya. Dengan cara itu, ia dapat menyalin citra yang
terproyeksi, menjadi sebuah lukisan. Selain itu, Leonardo Da Vinci juga membuat
rancangan kamera obscura berbentuk praktis yang bisa dibawa kemana-mana. Akan
tetapi rancangan itu tidak sempat ia realisasikan.








0 komentar:
Posting Komentar